Seberapa Bahaya Ikan Hiu Bagi Manusia, dan Apa yang Harus Dilakukan Jika Bertemu Hiu Saat Berenang di Laut
Halo, sobatmilky!
Ketika mendengar kata ikan hiu, mungkin yang langsung muncul di pikiran adalah gigi tajam, sirip yang muncul dari permukaan air, dan adegan-adegan menegangkan ala film Hollywood. Tidak heran, karena hiu sering kali digambarkan sebagai predator kejam yang selalu mencari mangsa manusia. Tapi… apakah hiu benar-benar sebahaya itu bagi manusia? Atau justru sebaliknya, manusialah yang lebih membahayakan hiu?
Mari kita kupas tuntas mitos, fakta, dan trik bertahan jika sobatmilky suatu saat bertemu hiu saat berenang atau snorkeling di laut.
Apakah Hiu Sebenarnya Berbahaya? Fakta yang Sering Disalah pahami
Pertama-tama, mari luruskan dulu serangan hiu terhadap manusia sangat jarang terjadi. Menurut berbagai riset kelautan, peluang seseorang diserang hiu jauh lebih kecil dibandingkan tersambar petir, kecelakaan sepeda, atau bahkan tersedak makanan.
Sebagian besar hiu sebenarnya pemalu, sensitif terhadap suara, dan tidak tertarik pada manusia. Mereka biasanya hanya:
1. Salah identifikasi
Beberapa kasus gigitan terjadi karena hiu mengira manusia adalah mangsa alami mereka—misalnya penyu atau anjing laut. Setelah menggigit sekali dan sadar "Oh ini bukan makanan favoritku," hiu biasanya langsung pergi.
2. Merasa terganggu
Jika hiu merasa terpojok, terancam, atau ada gerakan yang mencurigakan, mereka bisa bereaksi defensif.
3. Tertarik oleh suara atau warna tertentu
Kilauan perhiasan, gerakan kaki yang tidak stabil, atau hewan yang terluka di dekat kita bisa menarik perhatian hiu.
Menariknya, manusia membunuh lebih dari 100 juta hiu tiap tahun, sementara hiu hanya menyebabkan kurang dari 10 kematian manusia per tahun secara global. Ketidakseimbangan ini membuat banyak spesies hiu masuk daftar hewan yang terancam punah. Jadi sebenarnya, sobatmilky, kitalah ancaman terbesar bagi populasi hiu.
Mengapa Hiu Penting untuk Laut?
Ini penting untuk dipahami juga, sobatmilky. Hiu bukan hanya predator, tetapi juga penjaga keseimbangan ekosistem laut. Mereka membantu:
-
Mengontrol populasi hewan lain
-
Menjaga kesehatan terumbu karang
-
Menstabilkan rantai makanan laut
Jika hiu punah, keseimbangan laut bisa kacau total, yang pada akhirnya juga berdampak ke manusia.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Bertemu Hiu Saat Berenang?
1. Tetap Tenang dan Kendalikan Gerakan
2. Jaga Kontak Mata
Hiu suka menyerang dari belakang. Dengan mengarahkan badan menghadap hiu dan menjaga kontak mata, hiu akan lebih berhati-hati mendekat.
3. Posisikan Tubuh Tetap Vertikal
Tubuh yang tegak terlihat lebih besar dan membuat hiu ragu untuk mendekat.
4. Jangan Balik Badan dan Jangan Lari
Membalikkan badan atau berenang cepat membuat hiu menganggapmu mangsa yang kabur. Tetap hadapi hiu dan mundur perlahan ke arah perahu atau tepi pantai.
5. Jika Hiu Mendekat Terlalu Dekat, Gunakan Benda Apa pun
6. Keluar dari Air dengan Tenang
Saat jarak aman, berenang pelan ke arah penyelamat, boat, atau tepi pantai. Jangan berteriak, berlari di air, atau membuat suara keras.
Tips Agar Tidak Menarik Perhatian Hiu
Biar semakin aman, sobatmilky bisa menerapkan tips pencegahan berikut:
-
Jangan berenang saat fajar atau senja (waktu berburu hiu).
-
Hindari memakai perhiasan atau aksesoris yang berkilau.
-
Jangan masuk air jika sedang berdarah atau memiliki luka terbuka.
-
Tetap berenang dalam kelompok; hiu lebih jarang mendekati orang yang tidak sendirian.
-
Hindari daerah yang banyak ikan kecil atau burung menyelam—itu biasanya tanda ada predator besar di sekitar.
Sobatmilky, hiu bukan monster yang selalu mencari manusia untuk diserang. Mereka hanya hewan liar yang bertahan hidup di habitatnya. Dengan memahami perilaku hiu dan apa saja yang harus dilakukan saat bertemu di laut, kita bisa menikmati keindahan laut tanpa rasa takut berlebihan.
Dan yang terpenting, mari kita dukung konservasi hiu. Karena tanpa mereka, laut bukan lagi tempat yang sehat dan seimbang.
